protein, seperti daging sapi, kedelai, ikan, unggas, dan telur sayuran, termasuk brokoli, kentang, dan jamur

Kolin

Kolin adalah nutrisi penting yang mendukung fungsi vital tubuh dan kesehatan kita secara keseluruhan. Meskipun tubuh memproduksi sejumlah kolin, orang perlu asupan makanan kaya kolin agar mencukupi kebutuhan hariannya.

Kolin mendukung berbagai fungsi penting tubuh, termasuk:

  • Pemeliharaan sel: Tubuh menggunakan kolin untuk menghasilkan lemak yang membentuk membran sel.
  • Sintesis DNA: Kolin, bersama dengan nutrisi lain seperti folat dan vitamin B-12, dapat mempengaruhi kinerja gen.
  • Metabolisme: Kolin membantu metabolisme lemak.
  • Fungsi sistem saraf: Tubuh mengubah kolin menjadi neurotransmitter yang mempengaruhi saraf dan berperan dalam mengatur fungsi organ, seperti pernapasan dan detak jantung.

Kolin merupakan molekul yang larut dalam air dan lemak. Tubuh mengangkut dan menyerap kolin secara berbeda tergantung pada bentuknya. Molekul kolin yang larut dalam air masuk ke hati, tempat tubuh mengubahnya menjadi sejenis lemak yang disebut lesitin.

Kolin yang larut dalam lemak biasanya berasal dari sumber makanan, sehingga tubuh menyerapnya di saluran pencernaan.

Manfaat kolin bagi tubuh:

  1. Meningkatkan memori dan kemampuan kognitif
  2. Melindungi kesehatan jantung
  3. Meningkatkan efektivitas metabolisme
  4. Mengurangi risiko komplikasi kehamilan
  5. Memperbaiki gejala fibrosis kistik

Kekurangan kolin dapat menyebabkan kondisi kesehatan berikut:

  • penyakit kardiovaskular
  • kondisi neurologis, seperti penyakit Alzheimer
  • penyakit pada hati
  • kelainan tabung saraf (pada bayi dalam kandungan ibuj)
  • kerusakan otot

Orang bisa mendapatkan kolin dari berbagai sumber makanan. Bayi membutuhkan banyak kolin selama beberapa bulan pertama kehidupannya, sebagian besar diperoleh dari ASI atau susu formula yang diperkaya dengan kolin.

Setelah memasuki masa MPASI, anak mendapatkan kolin dari makanan, seperti:

  • protein, seperti daging sapi, kedelai, ikan, unggas, dan telur
  • sayuran, termasuk brokoli, kentang, dan jamur
  • biji-bijian, seperti quinoa, nasi, dan roti gandum
  • kacang-kacangan dan biji-bijian

Beberapa multivitamin dan suplemen makanan, serta makanan yang diperkaya, mungkin mengandung kolin dalam bentuk lesitin.

Sumber: https://www.medicalnewstoday.com/articles/327117#_noHeaderPrefixedContent

Bifidobakteria
AA atau ARA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Cart
Wishlist
Recently Viewed
Categories

Selamat Datang di Toko Anakku!

Terima kasih telah berkunjung ke Toko Anakku, tempat di mana Anda dapat menemukan berbagai produk berkualitas untuk anak-anak Anda. Untuk mempermudah proses pemesanan dan pengiriman, mohon lakukan Registrasi Akun.

Registrasi Sekarang